Berawal dari perpindahan tempat tinggal, dengan hanya berbekal kemampuan diri, resep-resep kuno dari nenek moyang dan sedikit ilmu tentang pattiserie dari TAFE Ultimo di Sydney. Saya memberanikan diri untuk memulai usaha kuliner di Jakarta, dengan modal peralatan dan perlengkapan yang sudah saya miliki.
Ray nama panggilan suami saya Rinaldy, awal-awal memutuskan memakai nama Ray kitchen merasa lebih keren dan lebih menjual daripada nama pribadi saya yang lebih ke indonesia Dapoer Nila :)
Tak bisa dipungkiri kalo di Jakarta nama bisa cukup menjual.
Kebetulan suami saya juga berasal dari dunia kuliner bersama teman-nya mereka memiliki bisnis BBQ party catering....
Awal coba-coba bikin spiku, cake, pastry dan kadang orderan sweet corner dari beberapa kolega ipar. Dan banyak klien yang merasa puas, saya pikir sebaiknya saya menggelutinya dengan lebih serius lagi.
Ok... singkat aja ya kenapa Ray kitchen saya dirikan.
No comments:
Post a Comment